Showing posts with label Tugas Kuliah. Show all posts
Showing posts with label Tugas Kuliah. Show all posts

Monday, December 9, 2013

Hukum, macam hukum, kenapa kita perlu hukum, komentar tentang hukum kita yang tidak adil seperti pencuri sendal jepit dan koruptor





Berikut ini adalah sederetan pertanyaan sekaligus jawaban yang mungkin sering muncul dalam mata pelajaran Kewarganegaraan. Well, bagi penulis pertanyaan-pertanyaan ini pernah muncul dalam tugas mapel Kewarganegaraan. Semoga membantu. :)

1. Apa yang di maksud dengan hukum?

Hukum adalah peraturan-peraturan yang dibuat oleh badan yang berwenang yang berisi perintah ataupun larangan untuk mengatur tingkah laku manusia guna mencapai keadilan, keseimbangan dan keselarasan dalam hidup.

2. Ada berapa macam hukum yang anda ketahui?

Macam-Macam Hukum:

Hukum itu dapat dibedakan / digolongkan / dibagi menurut bentuk, sifat, sumber, tempat berlaku, isi dan cara mempertahankannya.

Menurut bentuknya, hukum itu dibagi menjadi :

a. Hukum Tertulis, adalah hukum yang dituliskan atau dicantumkan dalam perundang-undangan. Contoh : hukum pidana dituliskan pada KUHPidana, hukum perdata dicantumkan pada KUHPerdata.

b. Hukum Tidak Tertulis, adalah hukum yang tidak dituliskan atau tidak dicantumkan dalam perundang-undangan. Contoh : hukum adat tidak dituliskan atau tidak dicantumkan pada perundang-undangan tetapi dipatuhi oleh daerah tertentu.
Hukum tertulis sendiri masih dibagi menjadi dua, yakni hukum tertulis yang dikodifikasikan dan yang tidak dikodifikasikan. Dikodifikasikan artinya hukum tersebut dibukukan dalam lembaran negara dan diundangkan atau diumumkan. Indonesia menganut hukum tertulis yang dikodifikasi. Kelebihannya adalah adanya kepastian hukum dan penyederhanaan hukum serta kesatuan hukum. Kekurangannya adalah hukum tersebut bila dikonotasikan bergeraknya lambat atau tidak dapat mengikuti hal-hal yang terus bergerak maju.

Menurut sifatnya, hukum itu dibagi menjadi :

a. Hukum yang mengatur, yakni hukum yang dapat diabaikan bila pihak-pihak yang bersangkutan telah membuat peraturan sendiri.

b. Hukum yang memaksa, yakni hukum yang dalam keadaan apapun memiliki paksaan yang tegas.

Menurut sumbernya, hukum itu dibagi menjadi :

a. Hukum Undang-Undang, yakni hukum yang tercantum dalam peraturan perundang-undangan.

b. Hukum Kebiasaan (adat), yakni hukum yang ada di dalam peraturan-peraturan adat.

c. Hukum Jurisprudensi, yakni hukum yang terbentuk karena keputusan hakim di masa yang lampau dalam perkara yang sama.

d. Hukum Traktat, yakni hukum yang terbentuk karena adanya perjanjian antara negara yang terlibat di dalamnya.
Menurut tempat berlakunya, hukum itu dibagi menjadi :

a. Hukum Nasional adalah hukum yang berlaku dalam suatu negara.

b. Hukum Internasional adalah hukum yang mengatur hubungan antar negara.

c. Hukum Asing adalah hukum yang berlaku di negara asing.
Menurut isinya, hukum itu dibagi menjadi :

a. Hukum Privat (Hukum Sipil), adalah hukum yang mengatur hubungan antara perseorangan dan orang yang lain. Dapat dikatakan hukum yang mengatur hubungan antara warganegara dengan warganegara. Contoh : Hukum Perdata dan Hukum Dagang. Tetap dalam arti sempit hukum sipil disebut juga hukum perdata.

b. Hukum Negara (Hukum Publik) dibedakan menjadi hukum pidana, tata negara dan administrasi negara.

c. Hukum Pidana adalah hukum yang mengatur hubungan antara warganegara dengan negara

d. Hukum Tata Negara adalah hukum yang mengatur hubungan antara warganegara dengan alat perlengkapan negara.

e. Hukum Administrasi Negara adalah hukum yang mengatur hubungan antar alat perlengkapan negara, hubungan pemerintah pusat dengan daerah.

Menurut cara mempertahankannya, hukum itu dibagi menjadi :

a. Hukum Materiil, yaitu hukum yang mengatur kepentingan-kepentingan dan hubungan-hubungan yang berwujud perintah dan larangan. Contoh Hukum Pidana, Hukum Perdata. Yang dimaksudkan adalah Hukum Pidana Materiil dan Hukum Perdata Materiil.

b. Hukum Formil, yaitu hukum yang mengatur cara-cara mempertahankan dan melaksanakan hukum materiil. Contoh Hukum Acara Pidana dan Hukum Acara Perdata.


3. Sebutkan salah satu definisi hukum yang anda ketahui!

Definisi hukum menurut Thomas Hobbes

"Where as law, properly is the word of him, that by right had command over others"

Hukum merupakan kumpulan perintah-perintah dari orang yang memiliki kekuasaan untuk memerintah dan memaksakan perintahnya kepada orang lain.


4. Mengapa kita perlu hukum?

Tujuan hukum adalah mengatur hubungan antara sesama manusia secara damai. Hukum menghendaki perdamaian antara sesama. Dengan menimbang kepentingan yang bertentangan secara teliti dan seimbang.Kita hidup di dunia ini memang perlu adanya hukum. Hukum penting sekali bagi manusia itu sendiri mengingat setiap orang pasti mempunyai pikiran, sifat/kelakuan yang tidak sama ada yang baik ada yg buruk. Manusia dan hukum adalah dua entitas yang tidak bisa dipisahkan. Bahkan dalam ilmu hukum, terdapat adagium yang terkenal yang berbunyi: “Ubi societas ibi jus” (di mana ada masyarakat di situ ada hukumnya). Artinya bahwa dalam setiap pembentukan suatu bangunan struktur sosial yang bernama masyarakat, maka selalu akan dibutuhkan bahan yang bersifat sebagai “semen perekat” atas berbagai komponen pembentuk dari masyarakat itu, dan yang berfungsi sebagai “semen perekat” tersebut adalah hukum. Bagaimana hal ini terjadi?

Manusia, disamping bersifat sebagai makhluk individu, juga berhakekat dasar sebagai makhluk sosial, mengingat manusia tidak dilahirkan dalam keadaaan yang sama (baik fisik, psikologis, hingga lingkungan geografis, sosiologis, maupun ekonomis) sehingga dari perbedaan itulah muncul inter dependensi yang mendorong manusia untuk berhubungan dengan sesamanya. Maka didalamnya harus diciptakan sesuatu yg membatasi mereka agar tidak melakukan suatu hal yg mungkin kurang pantas dilakukan dan sesuatu tersebut adalah hukum. Karena hukum adalah suatu aturan yang mengikat seseorang agar tidak melakukan sesuatu hal yang di larang oleh hukum itu sendiri dan apabila dilanggar akan mendapat sangsi.


5. Berikan komentar anda tentang hukum kita yang tidak adil seperti pencuri sendal jepit dan koruptor?

Komentar: Menurut pendapat saya memang benar-benar hukum di Indonesia tidak adil. Pencuri sendal jepit di hukum selama 5 tahun penjara tetapi untuk para koruptor yang selama ini memakan uang-uang rakyat, hukumannya tidak sebanding dengan kejahatan-kejahatan yang telah di perbuatnya. Hal ini tentu saja sangat ironis. Bukankah hukuman selama ini bertujuan agar menimbulkan efek jera bagi yang melanggarnya? Namun, apa yang terjadi sekarang di indonesia? Seolah-olah mereka yang memiliki kekuasaan menjadi kebal hukum, sedangkan mereka yang tidak memiliki kekuasaan harus tetap menimbang hukuman yang memang tidaklah sebanding dengan perbuatannya jika dibandingkan dengan perbuatan para koruptor. Rakyat kecil yang miskin, rendah pendidikan dan tidak memiliki kekuasaan tentu saja melihat hukum tersebut bagaikan sebuah pisau yang setiap hari di asah, sangat tajam dan mengkilat. Mereka tidak akan mampu melawan hukum. Sedangkan bagi para koruptor, hukum bagaikan sebuah kayu kering yang jika di pukulkan akan menimbulkan efek sakit namun tidak seberapa. Inilah yang membuat para koruptor tidak pernah merasa takut terhadap hukum. Penanganan hukum di Indonesia begitu sangat memprihatinkan padahal Indonesia terkenal dengan negara hukum. Tidak ada manusia manapun yang kebal hukum di Indonesia namun pada realitanya hukum di Indonesia masih memihak bagi mereka yang memiliki kekuasaan. Walaupun kelak ada hukum yang adil seadil-adilnya yakni hukum di akhirat kelak dan Allah sebagai hakimnya, kita sebagai masyarakat harus tetap berusaha berjuang untuk mendapatkan keadilan dalam hukum di dunia ini.

Thursday, August 29, 2013

TUGAS MATA KULIAH BELAJAR DAN PEMBELAJARAN





Belajar dan Pembelajaran


Tugas!

1. Mencari referensi pendapat para ahli yang berkaitan dengan pengertian belajar, hasil belajar, contoh belajar dan contoh hasil yang nampaknya dari belajar tapi bukan hasil belajar!

Jawaban:


A. Pengertian belajar menurut para ahli:

a. Menurut Thursan Hakim.

Belajar adalah suatu proses perubahan di dalam kepribadian manusia, dan perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, keterampilan, daya pikir, dan lain-lain kemampuan.

b. Menurut Margaret Gredler, 1994.

Belajar adalah proses orang memperoleh berbagai kecakapan, keterampilan, dan sikap. Sehingga peserta didik dapat mengetahui hal-hal yang baru dan dapat meningkatkan pengetahuan yang dimilikinya, mengubah dari tidak tahu menjadi tahu, dari yang salah menjadi benar, dan dari kurang baik menjadi baik.

c. Menurut Riberu, 1982.

Belajar merupakan proses dan dalam proses ini orang berkenalan dengan salah satu pola lajkuatau memperbaiki salah satu pola laku yang telah dikuasainya. Belajar bisa berarti berkenalan dengan atau memperbaiki pemikiran, berkenalan dengan atau memperbaiki turturan bicara, berkenalan dengan atau memperbaiki tindakan/kegiatan.


B. Hasil belajar:

a. Hamalik (1995) mengatakan bahwa hasil belajar dapat didefinisikan sebagai perubahan tingkah laku subjek yang meliputi kemampuan kognitif, afektif dan psikomotor dalam situasi tertentu berkat pengalamannya berulang-ulang.

b. Sudjana (2005) mengatakan bahwa hasil belajar dapat didefinisikan sebagai perubahan tingkah laku yang mencakup bidang kognitif, afektif, dan psikomotor yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajarnya.


C. Contoh Belajar:

Seorang siswa kelas III SD bernama Andi mendapatkan hadiah sebuah sepeda dari ayahnya. Lalu ia mencoba mengendarainya dengan cara mendorong sepeda dengan kaki kiri, kemudian kaki kanan sambil mengayuh pedal. Dia terus menerus mengayuh sepedanya hingga bisa mengayuh 2, 3 kayuhan, atau bahkan lebih sampai akhirnya dia bisa mengendarai sepedanya dengan baik dan lancar. Perilaku “mendorong” dan “mengayuh” tersebut merupakan respon atau reaksi atas rangsangan yang timbul pada sepeda itu.


D. Contoh hasil yang nampaknya dari belajar tapi bukan hasil belajar:

Tidak semua perubahan tingkah laku dapat disebut belajar. Di bawah ini merupakan contoh hasil yang nampaknya dari belajar tapi bukan hasil belajar.

Siska adalah seorang anak yang baik dan pendiam. Dia lulusan dari sebuah pondok pesantren. Suatu hari, ia pindah ke Jakarta bersama tantenya. Disana dia mendapatkan banyak teman baru. Namun, kini ia sering pulang malam, sering mampir ke diskotik dan sering membawa teman lawan jenisnya. Hingga akhirnya dia hamil di luar nikah.

Perubahan pada Siska ini bukanlah karena proses belajar tetapi karena perubahan lingkungan yang menyebabkan perubahan perilaku pada dirinya.

Contoh Analisis Lagu Bahasa Inggris - Bruno Mars - Grenade







BRUNO MARS - GRENADE


Easy come, easy go
That's just how you live, oh
Take, take, take it all
But you never give
Should have known you was trouble from the first kiss
Had your eyes wide open
Why were they open?

Gave you all I had
And you tossed it in the trash
You tossed it in the trash, yes you did
To give me all your love is all I ever asked
'Cause what you don't understand is

I'd catch a grenade for ya (yeah, yeah)
Throw my head on a blade for ya (yeah, yeah)
I'd jump in front of a train for ya (yeah, yeah)
You know I'd do anything for ya (yeah, yeah)
Oh, oh

I would go through all this pain
Take a bullet straight through my brain
Yes, I would die for ya baby
But you won't do the same

No, no, no, no
Black, black, black and blue beat me 'til I'm numb
Tell the devil I said 'hey' when you get back to where you're from
Mad woman, bad woman
That's just what you are, yeah
You'll smile in my face then rip the brakes out my car

Gave you what I had
And you tossed it in the trash
You tossed it in the trash, yes you did
To give me all your love is all I ever asked
'Cause what you don't understand is

I'd catch a grenade for ya (yeah, yeah)
Throw my head on a blade for ya (yeah, yeah)
I'd jump in front of a train for ya (yeah, yeah)
You know I'd do anything for ya (yeah, yeah)
Oh, oh

I would go through all this pain,
Take a bullet straight through my brain,
Yes, I would die for ya baby,
But you won't do the same

If my body was on fire, ooh you' d watch me burn down in flames
You said you loved me you're a liar
'Cause you never, ever, ever did baby

But darling I'll still catch a grenade for ya
Throw my head on a blade for ya (yeah, yeah)
I'd jump in front of a train for ya (yeah, yeah)
You know I'd do anything for ya (yeah, yeah)
Oh, oh

I would go through all this pain
Take a bullet straight through my brain
Yes, I would die for ya baby
But you won't do the same
No, you won't do the same
You wouldn't do the same
Ooh, you'll never do the same
No, no, no, no



Analysis of song Grenade - Bruno Mars


The song is about the girl whom he loves or maybe he loved and was in a relationship. He is basically saying that even though this girl has moved on and found someone else in her life he still cares enough about her. Even thought she has moved on and cares nothing about him, he still cares enough to do all these things for her to show her that he is truly a good friend.

If you see the music video itself he is dragging a piano during most of the video. The piano symbolizes him taking all the weight off her shoulders as in her life problems and such. He takes this weight off and puts it on himself so that she does not have to worry anymore and can live her life without any problems and such.

He loves her so much, he would do anything for her, he would even die for her if that was the case but the thing is that the woman doesn't feel the same way. He did everything he could to make her happy but instead she rejected him. He tells her of all he could do for her, which is catch a grenade for her which is a small explosive bomb thrown by hand. So obviously he was in deep love with this woman who never even cared for a second. The song is about how you love someone but they don't feel the same with you.

Wednesday, August 28, 2013

What Is An Adjective?






What Is An Adjective?


An adjective modifies a noun or a pronoun by describing, identifying, or quantifying words. An adjective usually precedes the noun or the pronoun which it modifies.

In the following examples, the high lighted words are adjectives:

        The truck-shaped balloon floated over the treetops.

        Mrs. Morrison papered her kitchen walls with hideous wall paper.

        The small boat foundered on the wine dark sea.

        The coal mines are dark and dank.

        Many stores have already begun to play irritating Christmas music.

        A battered music box sat on the mahogany sideboard.

        The back room was filled with large, yellow rain boots.

An adjective can be modified by an adverb, or by a phrase or clause functioning as an adverb. In the sentence:
        My husband knits intricately patterned mittens.

for example, the adverb "intricately" modifies the adjective "patterned."

Some nouns, many pronouns, and many participle phrases can also act as adjectives. In the sentence:

        Eleanor listened to the muffled sounds of the radio hidden under her pillow.

for example, both high lighted adjectives are past participles.

Grammarians also consider articles ("the," "a," "an") to be adjectives.


1. Possessive Adjectives

A possessive adjective ("my," "your," "his," "her," "its," "our," "their") is similar or identical to a possessive pronoun; however, it is used as an adjective and modifies a noun or a noun phrase, as in the following sentences:

        I can't complete my assignment because I don't have the textbook.

In this sentence, the possessive adjective "my" modifies "assignment" and the noun phrase "my assignment" functions as an object. Note that the possessive pronoun form "mine" is not used to modify a noun or noun phrase.

        What is your phone number.

Here the possessive adjective "your" is used to modify the noun phrase "phone number"; the entire noun phrase "your phone number" is a subject complement. Note that the possessive pronoun form "yours" is not used to modify a noun or a noun phrase.

        The bakery sold his favorite type of bread.

In this example, the possessive adjective "his" modifies the noun phrase "favorite type of bread" and the entire noun phrase "his favorite type of bread" is the direct object of the verb "sold."

        After many years, she returned to her homeland.
Here the possessive adjective "her" modifies the noun "homeland" and the noun phrase "her homeland" is the object of the preposition"to." Note also that the form "hers" is not used to modify nouns or noun phrases.

        We have lost our way in this wood.

In this sentence, the possessive adjective "our" modifies "way" and the noun phrase "our way" is the direct object of the compound verb"have lost". Note that the possessive pronoun form "ours" is not used to modify nouns or noun phrases.

        In many fairy tales, children are neglected by their parents.

Here the possessive adjective "their" modifies "parents" and the noun phrase "their parents" is the object of the preposition "by." Note that the possessive pronoun form "theirs" is not used to modify nouns or noun phrases.

        The cat chased its ball down the stairs and into the backyard.

In this sentence, the possessive adjective "its" modifies "ball" and the noun phrase "its ball" is the object of the verb "chased." Note that "its" is the possessive adjective and "it's" is a contraction for "it is."

2. Demonstrative Adjectives

The demonstrative adjectives "this," "these," "that," "those," and "what" are identical to the demonstrative pronouns, but are used as adjectives to modify nouns or noun phrases, as in the following sentences:

        When the librarian tripped over that cord, she dropped a pile of books.

In this sentence, the demonstrative adjective "that" modifies the noun "cord" and the noun phrase "that cord" is the object of the preposition "over."

        This apartment needs to be fumigated.

Here "this" modifies "apartment" and the noun phrase "this apartment" is the subject of the sentence.

        Even though my friend preferred those plates, I bought these.

In the subordinate clause, "those" modifies "plates" and the noun phrase "those plates" is the object of the verb "preferred." In the independent clause, "these" is the direct object of the verb "bought."

Note that the relationship between a demonstrative adjective and a demonstrative pronoun is similar to the relationship between a possessive adjective and a possessive pronoun, or to that between a interrogative adjective and an interrogative pronoun.


3. Interrogative Adjectives

An interrogative adjective ("which" or "what") is like an interrogative pronoun, except that it modifies a noun or noun phrase rather than standing on its own (see also demonstrative adjectives and possessive adjectives):

        Which plants should be watered twice a week?

Like other adjectives, "which" can be used to modify a noun or a noun phrase. In this example, "which" modifies "plants" and the noun phrase "which plants" is the subject of the compound verb "should be watered":

       What book are you reading?

In this sentence, "what" modifies "book" and the noun phrase "what book" is the direct object of the compound verb "are reading."


4. Indefinite Adjectives

An indefinite adjective is similar to an indefinite pronoun, except that it modifies a noun, pronoun, or noun phrase, as in the following sentences:

        Many people believe that corporations are under-taxed.

The indefinite adjective "many" modifies the noun "people" and the noun phrase "many people" is the subject of the sentence.

        I will send you any mail that arrives after you have moved to Sudbury.

The indefinite adjective "any" modifies the noun "mail" and the noun phrase "any mail" is the direct object of the compound verb "will send."

        They found a few goldfish floating belly up in the swan pound.

In this example the indefinite adjective modifies the noun "goldfish" and the noun phrase is the direct object of the verb "found":

        The title of Kelly's favorite game is "All dogs go to heaven."

Here the indefinite pronoun "all" modifies "dogs" and the full title is a subject complement.



Sumber: http://www.writingcentre.uottawa.ca/hypergrammar/adjectve.html


Monday, August 26, 2013

Pendidikan Agama Islam Untuk Perguruan Tinggi




Hakikat Manusia






a. Makhluk = Yang di ciptakan

1. Berada dalam fitrah, lihat ayat berikut: maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah), (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Q.S Ar-rum:30) ayat ini menjelaskan bahwa manusia itu diciptakan sesuai fitrah Allah yaitu memiliki naluri beragama (agama tauhid: islam) dan allah menghendaki manusia untuk tetap terhadap fitrah itu.

2. Lemah, manusia di muka bumi ini memiliki perbedaan ras, suku dan kalangan lainnya dan tidak akan bisa hidup sendiri tanpa bantuan yang lainnya. al-Qur'an pun menegaskan bahwa manusia memang diciptakan oleh Allah sebagai makhluk yang lemah meskipun dalam waktu yang sama ia adalah makhluk yang paling mulia ketimbang makhluk-makhluk lainnya, Allah berfirman: "Dan Manusia diciptakan dalam keadaan lemah" (an-Nisa: 28).

3. Fakir, manusia diciptakan dalam keadaan fakir (membutuhkan Allah) seperti disebutkan pada QS Fatir ayat 15. Wahai seluruh manusia, kamu sekalian adalah orang-orang faqir (butuh) kepada Allah (QS Fathir [35]: 15).

b. Di muliakan

1. Salah satu hal yang mengindikasikan dimuliakannya manusia adalah peniupan ruh pada diri manusia. Allah SWT berfirman, “Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya ruh-Nya dan dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur. (QS As-Sajdah: 9)

Dalam sebuah hadits shahih riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah saw menjelaskan bagaimana ruh ditiupkan pada setiap janin manusia. “Sesungguhnya tiap-tiap kalian dikumpulkan ciptaannya dalam rahim ibunya, selama empat puluh hari berupa nuthfah, lalu menjadi segumpal darah selama itu pula, lalu menjadi segumpal daging selama itu pula, kemudian Allah mengutus malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya dan mencatat empat hal yang telah ditentukan, yaitu: rezeki, ajal, amal, dan bahagia atau sengsaranya.”

Alam ruh adalah kehidupan pertama yang dilalui oleh setiap manusia. Kemudian pada hari ke-120 dari pertumbuhan sebuah janin, sebagaimana disebutkan dalam hadits diatas, ruh ditiupkan pada jasad manusia. Inilah alam rahim sampai dengan jabang bayi keluar dari rahim ibunya. Begitu terlahir, manusia memasuki alam baru yang disebut sebagai alam dunia.

2. Memiliki keistimewaan, Allah telah memberikan manusia beberapa kelebihan salah satunya ialah potensi yang berupa hati (keyakinan, kehendak dan bebas memilih) ,akal dan jasad. Inilah yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya. Seperti yang dijelaskan berikut:

Allah SWT berfirman: “Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik, dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” (QS Al-Isra’: 70)

3. Ditundukkan alam padanya, Allah menciptakan gunung-gunung, lautan, sungai, binatang, tumbuhan, dan sebagainya hanyalah untuk kepentingan manusia. Karena Allah telah menundukkan semua itu untuk manusia maka manusia pun dengan akal pikirannya bisa mengelola dan memanfaatkan semua itu untuk kelangsungan dan kesejahteraan hidupnya.


c. Di bebani

Manusia di ciptakan pada dasarnya memiliki 2 amanah. Amanah pertama adalah beribadah kepada Allah, sebagaimana firman-Nya: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS Adz-Dzariyat: 56) Sedangkan amanah manusia yang kedua adalah menjadi khalifah diatas muka bumi sebagaimana yang Allah jelaskan dalam QS Al-Baqarah ayat 30: “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi (yaitu manusia).”


d. Bebas memilih

Allah memberikan kebebasan kepada setiap manusia untuk memilih yaitu dengan beriman, taat dan bersyukur atau sebaliknya kufur, ingkar, dan tidak bersyukur.


e. Balasan (pertanggung jawaban)

Allah telah memberikan kebebasan kepada setiap manusia untuk memilih, hanya saja dengan kebebasan memilih ini manusia harus siap menanggung konsekuensinya, yaitu adanya balasan atas pilihannya. Jika ia memilih untuk berbuat baik maka iapun akan mendapat pahala, balasan kebaikan, dan surga. Sebaliknya, jika ia memilih untuk berbuat buruk maka iapun akan mendapat dosa, balasan keburukan, dan neraka.

Ahammiyatu Ma’rifatullah (Pentingnya mengenal Allah)

1. Kepentingan mengenal Allah


a. Pada Surat ke - 47. (Surat Muhammad) Ayat 19:


فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوَاكُمْ


Yang artinya: Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal.

b. Pada Surat ke - 3. Ali ‘Imran ayat 18


شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ ۚ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ


Yang artinya: Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu[188] (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

[188]. Ayat ini untuk menjelaskan martabat orang-orang berilmu

c. Pada Surat Al Hajj ayat ke 72-73

Al Hajj 72


وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ آيَاتُنَا بَيِّنَاتٍ تَعْرِفُ فِي وُجُوهِ الَّذِينَ كَفَرُوا الْمُنْكَرَ ۖ يَكَادُونَ يَسْطُونَ بِالَّذِينَ يَتْلُونَ عَلَيْهِمْ آيَاتِنَا ۗ قُلْ أَفَأُنَبِّئُكُمْ بِشَرٍّ مِنْ ذَٰلِكُمُ ۗ النَّارُ وَعَدَهَا اللَّهُ الَّذِينَ كَفَرُوا ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ


Yang artinya:

72. Dan apabila dibacakan di hadapan mereka ayat-ayat Kami yang terang, niscaya kamu melihat tanda-tanda keingkaran pada muka orang-orang yang kafir itu. Hampir-hampir mereka menyerang orang-orang yang membacakan ayat-ayat Kami di hadapan mereka. Katakanlah: “Apakah akan aku kabarkan kepadamu yang lebih buruk daripada itu, yaitu neraka?” Allah telah mengancamkannya kepada orang-orang yang kafir. Dan neraka itu adalah seburuk-buruknya tempat kembali.

Al Hajj 73


يَا أَيُّهَا النَّاسُ ضُرِبَ مَثَلٌ فَاسْتَمِعُوا لَهُ ۚ إِنَّ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ لَنْ يَخْلُقُوا ذُبَابًا وَلَوِ اجْتَمَعُوا لَهُ ۖ وَإِنْ يَسْلُبْهُمُ الذُّبَابُ شَيْئًا لَا يَسْتَنْقِذُوهُ مِنْهُ ۚ ضَعُفَ الطَّالِبُ وَالْمَطْلُوبُ

Yang artinya: 73. Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah.

d. Pada Surat Az zumar ayat 67


وَمَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ وَالْأَرْضُ جَمِيعًا قَبْضَتُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَالسَّمَاوَاتُ مَطْوِيَّاتٌ بِيَمِينِهِ ۚ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ

Yang artinya: Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya[1316]. Maha Suci Tuhan dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.


[1316]. Ayat ini menggambarkan kebesaran dan kekuasaan Allah dan hanya Dialah yang berkuasa pada hari kiamat.


2. Tema pembicaraan ma’rifatullah

AL BAQARAH ayat 255 (ayat kursi)


اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Yang artinya: Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi[161] Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

[161]. Kursi dalam ayat ini oleh sebagian mufassirin diartikan dengan ilmu Allah dan ada pula yang mengartikan dengan kekuasaan-Nya


3. Allah Rabbul Alamin (Allah Tuhan Semesta Alam)

Pada Surat Ar rad ayat 16:

Yang artinya: 16. Katakanlah: “Siapakah Tuhan langit dan bumi?” Jawabnya: “Allah.” Katakanlah: “Maka patutkah kamu mengambil pelindung-pelindungmu dari selain Allah, padahal mereka tidak menguasai kemanfaatan dan tidak (pula) kemudharatan bagi diri mereka sendiri?.” Katakanlah: “Adakah sama orang buta dan yang dapat melihat, atau samakah gelap gulita dan terang benderang; apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?” Katakanlah: “Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa

AL AN’AM ayat 12 & 19:

Yang artinya: 12. Katakanlah: “Kepunyaan siapakah apa yang ada di langit dan di bumi.” Katakanlah: “Kepunyaan Allah.” Dia telah menetapkan atas Diri-Nya kasih sayang[462]. Dia sungguh akan menghimpun kamu pada hari kiamat yang tidak ada keraguan padanya. Orang-orang yang meragukan dirinya mereka itu tidak beriman[463].
[462]. Maksudnya: Allah telah berjanji sebagai kemurahan-Nya akan melimpahkan rahmat kepada mahluk-Nya.

[463]. Maksudnya: orang-orang yang tidak menggunakan akal-fikirannya, tidak mau beriman.

19. Katakanlah: “Siapakah yang lebih kuat persaksiannya?” Katakanlah: “Allah.” Dia menjadi saksi antara aku dan kamu. Dan Al Quran ini diwahyukan kepadaku supaya dengan dia aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang-orang yang sampai Al-Quran (kepadanya). Apakah sesungguhnya kamu mengakui bahwa ada tuhan-tuhan lain di samping Allah?” Katakanlah: “Aku tidak mengakui.” Katakanlah: “Sesungguhnya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan (dengan Allah).”

Pada Surat AL ANKABUT ayat 59:

Yang artinya: 59. (yaitu) yang bersabar dan bertawakkal kepada Tuhannya.

Pada Surat AN NUUR 24:


Yang artinya: 35. Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus[1039], yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya)[1040], yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

[1039]. Yang dimaksud lubang yang tidak tembus (misykat) ialah suatu lobang di dinding rumah yang tidak tembus sampai kesebelahnya, biasanya digunakan untuk tempat lampu, atau barang-barang lain.

[1040]. Maksudnya: pohon zaitun itu tumbuh di puncak bukit ia dapat sinar matahari baik di waktu matahari terbit maupun di waktu matahari akan terbenam, sehingga pohonnya subur dan buahnya menghasilkan minyak yang baik.

Tauhid Uluhiyah : Ayat-ayat Allah

a. Ayat Kauniyah

Yaitu ayat-ayat yang terdapat di alam semesta. Kita tidak akan sanggup memikirkan dzat Allah. Tapi yang harus kita pikirkan adalah ciptaan Allah SWT. Keseimbangan penciptaan seharusnya telah membunuh kecurigaan bahwa segala sesuatu terjadi dengan sendirinya di bumi ini. Konsep serba ‘kebetulan’ hanya menjadi takhayul kalau kita memindai alam ini, dan menyimpulkan secara jujur.

b. Ayat Qouliyah

Yaitu ayat-ayat yang terdapat dalam Al-Qur’an yang senantiasa kita baca sehari-hari. Bila nabi dan rasul terdahulu memperkenalkan Allah kepada kaumnya dengan menggunakan mu’jizat, seperti itu juga Rasulullah Muhammad SAW. Begitu banyak mu’jizat terjadi di zaman Rasulullah. Hanya mu’jizat yang tetap bertahan setelah Rasulullah tiada, adalah Al-Qur’an. Inilah mu’jizat agung yang membuat orang yang memahaminya akan terpukau.

Didukung dalil yang kuat

1. Naqli

Pada Surat AL AN’am ayat 19 :

Yang artinya: 19. Katakanlah: “Siapakah yang lebih kuat persaksiannya?” Katakanlah: “Allah.” Dia menjadi saksi antara aku dan kamu. Dan Al Quran ini diwahyukan kepadaku supaya dengan dia aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang-orang yang sampai Al-Quran (kepadanya). Apakah sesungguhnya kamu mengakui bahwa ada tuhan-tuhan lain di samping Allah?” Katakanlah: “Aku tidak mengakui.” Katakanlah: “Sesungguhnya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan (dengan Allah).”

2. Aqli

Pada Surat Ali Imran ayat 190:

Yang artinya: 190. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,

3. Fitri

Pada Surat AL A’RAAF ayat 172:

Yang artinya: 172. Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (Hal ini Kami lakukan), agar dihari kiamat kalian tidak mengatakan, ‘Sesungguhnya kami lengah atas ini (wujud Allah).

Pada Surat AL QIYAMAH ayat 14-25 :

Yang artinya: 14. Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri

15. meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya.

16. Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Quran karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya

17. Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya

18. Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu.
19. Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya.

20. Sekali-kali janganlah demikian. Sebenarnya kamu (hai manusia) mencintai kehidupan dunia,

21. dan meninggalkan (kehidupan) akhirat.

22. Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri.

23. Kepada Tuhannyalah mereka melihat.

24. Dan wajah-wajah (orang kafir) pada hari itu muram,

25. mereka yakin bahwa akan ditimpakan kepadanya malapetaka yang amat dahsyat.


4. Dapat meningkatkan iman dan takwa

1. Kemerdekaan

Pada Surat AL AN’am ayat 82 :

Yang artinya: 82. Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.

2. Ketenangan

Pada Surat AR RA’D ayat 28 :

Yang artinya: 28. (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram

3. Berkah

Pada Surat AL A’RAAF ayat 94:

Yang artinya: 94. Kami tidaklah mengutus seseorang nabipun kepada sesuatu negeri, (lalu penduduknya mendustakan nabi itu), melainkan Kami timpakan kepada penduduknya kesempitan dan penderitaan supaya mereka tunduk dengan merendahkan diri.

4. Kehidupan yang baik

Pada Surat AN NAHl ayat 97 :

Yang artinya: 97. Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik[839] dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.

[839]. Ditekankan dalam ayat ini bahwa laki-laki dan perempuan dalam Islam mendapat pahala yang sama dan bahwa amal saleh harus disertai iman.

5. Syurga

Pada Surat yunus ayat 25 :

Yang artinya: 25. Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam)[685].

[685]. Arti kalimat Darussalam ialah: tempat yang penuh kedamaian dan keselamatan. Pimpinan (hidayah) Allah berupa akal dan wahyu untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.

Pada Surat yunus ayat 26:

26. Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya[686]. Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan[687]. Mereka itulah penghuni syurga, mereka kekal di dalamnya.[686]. Yang dimaksud dengan tambahannya ialah kenikmatan melihat Allah.[687]. Maksudnya: muka mereka berseri-seri dan tidak ada sedikitpun tanda kesusahan.

6. Keridhoan Allah

Pada Surat al bayinnah ayat 8 :

Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah syurga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadaNya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.

Ma’na Al-Islam (Makna Islam)


1. Makna Lafziyan (lafaz) Dari Islam

a. Islaam Al Wajh (Menundukkan Wajah)

Allah SWT menyebutkan agama (diin) dengan persamaan kepada orang yang menundukkan mukanya kepada Allah, kemudian ia berbuat kebaikan dan mengikuti millah Ibrahim sebagai (aqidah) yang lurus. Islam menghendaki umatnya untuk menundukkan muka dan dirinya kepada Allah SWT. Ketundukan itu harus dibuktikan dan diwujudkan dalam amalan berupa kebaikan dan juga didasarkan kepada aqidah yang lurus. Aqidah, amal saleh, dan ketundukan adalah makna Islam secara integral. Islam sebagai diin tidak saja tunduk kemudian tidak beraqidah dan tidak beramal, tetapi Islam mesti menjalankan perkara tersebut secara sempurna.

Dalil

Q.4:125. Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya.

b. Al-Istislaam (Berserah Diri)

Allah SWT menyebutkan bahwa agama diberi makna sebagai berserah diri dan ketundukan kepada-Nya. Allah SWT menggambarkan kepada kita bahwa seluruh alam semesta ini, termasuk sebagian manusia saja yang berserah diri kepada Allah SWT Mereka berserah diri kepada AI­lah SWT secara sadar atau pun tidak sadar. Alam semesta seperti langit, bulan, bintang, dan segala sesuatu yang ada di langit berserah diri dan tunduk mengikuti perintah dan petunjuk Allah SWT, yang biasa disebut sunnatullah kauniyah. Begitu pula dengan segala sesuatu yang di bumi kecuali sebagian manusia seperti gunung, batu, tumbuh­tumbuhan, hewan, dan lautan juga mengikuti petunjuk Allah SWT

Dalil

Q.3:83. Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan.

Hadits. Diriwayatkan dari Imam Ahmad dari Abdullah Bin Umar bahwasanya Rasulullah SAW Bersabda,"Sungguh beruntunglah orang yang berserah diri, yang diberi rezeki dengan rasa cukup, dan yang merasa puas dengan apa yang telah diberikan Allah baginya" (HR Ahmad).

c. As-Salaamah (Suci, Bersih)


Allah SWT menggambarkan pengikut agama (diin) Islam memiliki qalbun saliim saat kita menjumpai Allah SWT Sifat qalbun saliim sebagai pengikut Islam (muslim) menunjukkan bukti bahwa Islam yang dianutnya adalah agama yang juga suci dan bersih. Islam membawa ajaran kesucian dan kebersihan. Hal ini dapat dilihat dari ajaran Islam mengenai kebersihan secara fisik seperti bersih pakaian, tempat dan badan ketika akan shalat atau kebersihan moral seperti bersih hati dari prasangka, kebencian, dendam dan marah. Islam dengan ajaran ini akan menjadikan penganutnya berhati bersih.

Q. 26:89. Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.

d. As-Salaam (Selamat/Sejahtera)

lslam juga bermakna selamat dan sejahtera apabila merujuk kepada arti lafaznya. Allah SWT menyatakan salamun `alaikum, keselamatan atas kamu (orang-orang Islam). Keselamatan adalah ciri dari mereka yang menganut Islam dan juga keselamatan sebagai arti dari salam. Dengan demikian Islam tidak membawa kejahatan dan kerusakan. Islam membawa umatnya dan segala yang ada di alam semesta ini selamat dan sejahtera.

DaIil

QS 6:54. Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat­-ayat Kami itu datang kepadamu, maka katakanlah: 'alaamun alaikum'. Tuhanmu telah menetapkan atas diri­ Nya kasih sayang, (yaitu) bahwasanya barangsiapa yang berbuat kejahatan di antara kamu lantaran kejahilan, kemudian ia bertaubat setelah mengerjakannya dan mengadakan perbaikan, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Hadits. Dari Abu Hurairah RA Berkata : Rasulullah SAW Bersabda, "Kalian semua tidak akan masuk surga sehingga kamu beriman terlebih dahulu, dan kamu tidak beriman sehingga kamu saling mencintai sesamamu. Sukakah kalian semua aku tunjukkan sesuatu yang apabila kamu kerjakan, niscaya kamu akan saling mencintai sesamamu ? Sebarkanlah salam antara sesamamli " (HR,Muslim).

e. As-Salm (perdamaian)

Secara bahasa Islam juga bermakna salam atau perdamaian. Penjelasan ini disebutkan dalam Al Qu surat 47 ayat 35, dimana Rasulullah Muhammad SAW diminta oleh Allah SWT untuk tidak rneminta perdamaian karena ketakutan. Mereka, orang kafir, adalah lemah dan selalu menghalangi umat Islam dari agama Allah. Oleh karena itu, janganlah kita lemah dan meminta berdamai. Kaitan dengan topik yang sedang dijelaskan adalah kalimat salmi, yang disebutkan dalam Al Quran adalah bahasa lain dari Islam sehingga dapat disebutkan bahwa Islam adalah Perdamaian.

Dalil

QS. 47:35. janganlah kamu lernah dan minta damai padahal kamulah yang di atas dan Allah (Puh) beserta kamu dan Dia sekali-kali tidak akan mengurangi (pahala) amal­amalmu.

2. Kalimah Al-Islaam (Kalimat Islam)

Islam di dalam Al Quran disebut diin, seperti yang ditulis Abul A'la Al Maududi di dalam bukunya Prinsip-prinsip Islam. Hal ini mengandungi arti sistem kehidupan yang menyeluruh termasuk ibadah, kemasyarakatan, politik dan jihad. Islam mencakupi keseluruhan hidup dan Islam secara lengkap menyediakan keperluan manusia untuk mengatur kehidupan.

Dalil

QS. 3:19. Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.

QS. 3:85. Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, Maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.

a. Al-Khuduu' (Tunduk)

Kami dengar dan kami taat adalah sikap orang yang tunduk. Ketundukan tersebut merupakan dasar Islam yang mengandungi arti berserah diri. Kalimat Islam juga mengandung ketundukan yang dapat menghantarkan kepada kemenangan.

Dalil

QS. 24:5 1. Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. "Kami mendengar dan kami patuh." Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.

b. Wahyan Ilaahi (Wahyu Allah)

Panduan Islam adalah Al Quran dan Sunnah. Al Quran adalah wahyu Ilahi sehingga Islam adalah dari Allah SWT bukan dari manusia. Islam bukan buatan manusia tetapi Islam adalah firman Allah. Dengan demikian tidaklah mungkin Islam disamakan dengan agama, kepercayaan, dan faham lainnya. Islam tidak akan mungkin kurang, tidak lengkap dan tidak sesuai tetapi Islam sangatlah sesuai dengan manusia yang juga diciptakan oleh Allah SWT. Allah SWT mengetahui secara pasti siapakah manusia sedangkan manusia tidak akan mungkin mengenal manusia secara sempuma. Oleh karena itu panduan dan aturan hidup buatan manusia atau faham seperti materialisme, kapitalisme, komunisme, dan lainnya tidak akan sesuai dengan manusia bahkan akan membawa kehancuran manusia.

Dalil

QS. 53:4. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).

QS. 21:7. Kami tiada mengutus rasul-rasul sebelum kamu (Muhammad), melainkan beberapa orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui.

c. Diin Al-Anbiyaa, Wa Al-Mursaliin (Diin Para Nabi Dan Rasul)

Diin Islam adalah diinnya para nabi dan rasul. Mereka semua membawa dan menyampaikan Islam kepada kaumnya dan manusia secara umum. Allah menuninkan kitab kepadanya dan kemudian diamalkannya. Kesamaan Islam yang dibawanya adalah menyeru manusia agar menjadikan Al­lah sebagai satu-satunya ilah. Perbedaan di antara para rasul adalah minhaj dan syariahnya yang mana Allah SWT menjadikannya yang mengikuti keadaan masyarakat dan waktunya.

Dalil

QS. 2:138. Shibghah Allah. Dan siapakah yang lebih baik shibghahnya daripada Allah? Dan hanya kepada-Nya-lah kami menyembah.

QS. 3:84. Katakanlah: "Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma' il, Ishaq, Ya' qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, ' Isa, Dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda­-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada­ -Nyalah kami menyerahkan diri".

Hadits. Dari Abu Hurairah RA berkata : Rasulullah SAW ;l ersabda, "Kami, para nabi, adalah saudara seayah karena pangkal agama kami Satu" (HR. Bukhari).

d. Ahkaamullaah (Hukum-Hukum Allah)

Kitab Al Quran merupakan kebenaran Islam yang didalamnya mengandung hukum-hukum Allah sebagai tempat kita merujuk bagi panduan hidup di dunia dan di akhirat Islam sebagai hukum Allah yang berfungsi juga memberikan hukuman dan penilaian kepada manusia.

Dalil

QS. 5:48. Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian­ Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu,

Hadits. Dari Abdurrahman Abdillah bin Umar bin Khattab RA berkata : "Aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda,"Bangunan Islam itu atas 5 perkara, mengakui bahwa tiada tuhan selain Allah dan sesungguhnya Muhammad itu utusan Allah, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, mengerjakan haji ke Baitullah, puasa bulan ramadhan" (HR.Bukhari-Muslim).

QS. 5:50. Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?

e. Ash-Shiraath Al-Mustaqiim (Jalan Yang Lurus)

Islam adalah jalan yang lurus. Oleh sebab itu siapa yang hendak mencapai tujuan yang benar dalam hidupnya mestilah mengikuti jalan lurus ini (Islam). Selain agama Islam adalah tidak lurus. Di mana jalan ini akan membawa kepada kesesatan karena tidak jelas hendak dibawa kemana. Selain Islam, panduan hidup dari liberalisme, hedonisme, komunisme, kapitalisme, dan sebagainya akan membawa kepada kerusakan potensi manusia itu sendiri. Islam justru membina dan memelihara potensi tersebut menjadi baik.

Dalil

QS. 6:153. Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa.

Hadits. Imam Ahmad bin Hambal meriwayatkan dari Adullah bin Mas'ud RA dia berkata, "Rasulullah SAW membuat garis dengan tangannya, kemudian beliau bersabda, "Inilah jalan Allah yang lurus." Kemudian beliau membuat garis di sebelah kiri dan kanan garis tadi, lalu bersabda,"Inilah jalan-jalan yang lain, tiada satupun di antara jalan itu melainkan ia ditempati oleh syaitan yang mengajak manusia ke jalannya." Kemudian beliau membacakan ayat dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-lalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai berakkan kamu dari jalan-Nya (HR Hakim).

f. Salamaah Ad-D,myaa Wa Al-Aakhirah (Keselamatan Dunia Dan Akhirat)

Islam sebagai diin menyuruh umatnya untuk mencari akhirat dengan tidak meninggalkan dunia. Dunia dan akhirat adalah sasaran yang perlu dicapai secara baik dan selamat. Dengan mengamalkan Islam maka kita akan memperoleh keselamatan di dunia dan di akhirat. Islam mengajarkan keseimbangan atau tawazun sehingga umatnya akan mendapatkan kebahagiaan.

Dalil

QS. 16:97. Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki -laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri dan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.


QS. 28:77. Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang Berbuat kerusakan.


Hadits. Imam Ahmad meriwayatkan dari Anas bin Malik, dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Allah tidak menzalimi suatu kebaikan bagi seorang mukmin. Kebaikan itu diberikan kepadanya di dunia dan diberikan pula pahalanya di akhirat. Adapun orang kafir, maka dia diberi makan di dunia karena aneka kebaikannya, sehingga apabila dia telah tiba di akhirat, maka tiada satu kebaikan pun yang membuahkan pahala" (HR. Muslim).

3. Al-Islaam Ya'luu Wa laa Yu'laa `Alaih (Islam Tinggi Dan Tiada Kerendahan Di Dalamnya)

Apabila melihat dari keseluruhan makna Islam maka dapatlah disimpulkan bahwa Islam adalah berserah diri sehingga mendapatkan kebahagian di dunia dan akhirat. Islam berarti aqidah, amal saleh, dan tunduk kepada Allah. Islam adalah sistem kehidupan yang lengkap. Islam adalah kedamaian, keselamatan dan kesejahteraan. Dengan makna demikian maka sangatlah sesuai apa yang disebutkan Nabi SAW bahwa Islam itu tinggi dan tiada kerendahan di dalamnya (Islaam ya'luu uaa laa yu'laa alaih). Pengertian tinggi berarti Islam di atas dari semua agama, kepercayaan, pemahaman atau pedoman hidup lainnya (Q. 48:28, Q. 9:33). Islam tinggi memberi arti pula bahwa Islam mempunyai izzah, prestise, harga diri dan kehormatan

Dalil

Hadits. Islam tinggi dan tiada kerendahan di dalamnya.

QS. 48:28. Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan­Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi.

QS. 9:33. Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun or­ang-orang musyrik tidak menyukai.



Sunday, August 25, 2013

What are Affixations, Compounding Words, Phrasal Verbs and Collocations?







  AFFIXATIONS

          An affix is a morpheme that is attached to a word stem to form a new word. Affixes may be derivational, like English -ness and pre-, or inflectional, like English plural -s and past tense -ed. They are bound morphemes by definition; prefixes and suffixes may be separable affixes. Affixation is, thus, the linguistic process speakers use to form different words by adding morphemes (affixes) at the beginning (prefixation), the middle (infixation) or the end (suffixation) of words.


Positional categories of affixes

          Affixes are divided into several categories, depending on their position with reference to the stem. Prefix and suffix are extremely common terms.

Categories of affixes
Affix
Example
Schema
Description
Prefix
un-do
prefix-stem
Appears at the front of a stem
Suffix/Postfix
look-ing
stem-suffix
Appears at the back of a stem
Infix
Minneflippin'sota
stinfixem
Appears within a stem — common in Borneo-Philippines languages
Circumfix
ascattered
circumfixstemcircumfix
One portion appears at the front of a stem, and the other at the rear
Interfix
speed-o-meter
stema-interfix-stemb
Links two stems together in a compound
Duplifix
teeny~weeny
stem~duplifix
Incorporates a reduplicated portion of a stem
(may occur in front, at the rear, or within the stem)
Transfix
Maltese: kiteb "he wrote"
(compare root ktb "write")
stransfixtetransfixm
A discontinuous affix that interleaves within a discontinuous stem
Simulfix
mouse → mice

Changes a segment of a stem
Suprafix
produce (noun)
produce (verb)

Changes a suprasegmental phoneme of a stem
Disfix
Alabama: tipli "break up"
(compare root tipasli "break")
stm
The elision of a portion of a stem


PREFIXES
                  A prefix is an affix which is placed before the root of a word. Particularly in the study of languages, a prefix is also called a preformative, because it alters the form of the words to which it is affixed.

Prefix
Meaning
Examples
anti
against
anti-war, antisocial, antibiotic
auto
of or by oneself
Autograph, auto-pilot, autobigraphy
pro
In favour of
Pro-goverment, pro-revolutionary
semi
half
Semicircular, semi-final, semi-detached
under
Not enough
Underworked, underused, undercooked


SUFFIXES
                  In linguistics, a suffix (also sometimes called a postfix or ending) is an affix which is placed after the stem of a word. Common examples are case endings, which indicate the grammatical case of nouns or adjectives, and verb endings, which form the conjugation of verbs. Particularly in the study of Semitic languages, a suffix is called an afformative, as they can alter the form of the words to which they are fixed.

Suffix
Examples
-able (adjective suffix)
Drinkable, washable, readable
-ise (makes verbs from adjectives)
Modernise, commercialise, industrialise
-ment (nouns)
Excitement, enjoyment, replacement
-ity (nouns)
Flexibility, productivity, scarcity
-ship (abstract nouns especially status)
Friendship, partnership, membership


COMPOUNDING WORDS
                  In linguistics, a compound is a lexeme (less precisely, a word) that consists of more than one stem. Compounding or composition is the word formation that creates compound lexemes (the other word-formation process being derivation). Compounding or Word-compounding refers to the faculty and device of language to form new words by combining or putting together old words. In other words, compound, compounding or word-compounding occurs when a person attaches two or more words together to make them one word. The meanings of the words interrelate in such a way that a new meaning comes out which is very different from the meanings of the words in isolation.

Compound words
Examples
Closed form (combined words)
Secondhand, keyboard, notebook, softball
Hyphenated form
Daughter-in-law, master-at-arms, six-pack
Open form (individual words)
Post office, real estate, middle class


PHRASAL VERBS
                 A phrasal verb is a combination of a verb and a preposition, a verb and an adverb, or a verb with both an adverb and a preposition, any of which are part of the syntax of the sentence, and so are a complete semantic unit. Sentences may contain direct and indirect objects in addition to the phrasal verb. Phrasal verbs are particularly frequent in the English language. A phrasal verb often has a meaning which is different from the original verb.

Phrasal verbs
Examples
do up-
Melissa did up her makeup before she went to the dance.
do (something) over-
The robbers tried to steal my money and then do me in.
do (someone) good-
I know you don't want to learn Latin, but it will do you good in the future.
do without (something)-
We didn't bring enough money to the store so we are going to have to do without the snacks.
do away with-
The school is going to do away with uniforms. Nobody likes them.


COLLOCATIONS
                  In corpus linguistics, collocation defines a sequence of words or terms that co-occur more often than would be expected by chance. In phraseology, collocation is a sub-type of phraseme. An example of a phraseological collocation (from Michael Halliday)is the expression strong tea. While the same meaning could be conveyed by the roughly equivalent *powerful tea, this expression is considered incorrect by English speakers. Conversely, the corresponding expression for computer, powerful computers is preferred over *strong computers. Phraseological collocations should not be confused with idioms although both are similar in that there is a degree of meaning present in the collocation or idiom that is not entirely compositional. With idioms, the meaning is completely non-compositional whereas collocations are mostly compositional.

Collocations
Examples
Have
have a bath, have a drink, have a good time, have a haircut
Do
do business, do nothing, do someone a favour, do the cooking
Make
make a difference, make a mess, make a mistake, make a noise
Take
take a break, take a chance, take a look, take a rest
Break
break a habit, break a leg, break a promise, break a record