Showing posts with label Biografi. Show all posts
Showing posts with label Biografi. Show all posts

Sunday, April 30, 2017

Biografi Stephen King

 

Kalian penyuka film horror? Pernah nonton film The Shinning yang bikin jantung dag-dig-dug-duerrr yang ratingnya nggak main-main nyampe 8,4, atau film The Mist, Dead Zone, atau It? Atau film Carrie yang nyampe di re-make tahun 2013 dan diperanin sama Aktris cantik Chloƫ Grace Moretz? Atau film-film horror sukses tahun 19-an? Pasti donkkk!! Nah, tahu belum siapa penulis dibalik film horror sukses sepanjang masa.? Yup! Siapa lagi kalau bukan Stephen King. Nah dibawah ini saya mau bagikan biografi tentang Stephen King. Lebih tepatnya sih biografi beliau semasa kecil. Ok langsung ke TKP. :)

Ini adalah sebuah biografi karir dari “Stephen King” yang merupakan seorang pengarang novel thriller terpopuler di Amerika yang telah memperoleh banyak penghargaan dari hasil karyanya, biografi ini di tulis oleh James Robert Paris. Hampir semua karya-karya dari Stephen King terjual jutaan kopi hampir diseluruh dunia dan novel-novelnya telah diterjemah kan kedalam 33 bahasa dan telah diterbitkan di lebih dari 35 negara didunia. Dalam buku biografi karirnya ini diceritakan secara rinci bagaimana kehidupan dari Stephen King, dimulai pada saat ia lahir hingga dewasa atau saat ini dan diceritakan pula mengenai perjalanan karirnya.

Stephen King yang lahir pada 21 september 1947 di Rumah Sakit Umum Portland, Maine. Ia merupakan anak kedua dari Donald, yang merupakan seorang penjual alat penyedot debu dan ibunya Nellie Ruth Pillsbury King yang merupakan ibu rumah tangga. Mereka hidup dalam keluarga yang sederhana yang tinggal di Scarborough sebuah kota kecil di selatan Portland. Namun setelah perang dunia II usai, ayah Stephen pergi meninggalkan mereka karena ia berfikir tidak sanggup lagi menanggung beban ekonomi keluarganya, itu membuat ibunya menjadi orang tua tunggal dan tulang punggung bagi keluarganya. Sejak kecil Stephen King dan keluarganya harus berpindah-pindah tempat tinggal karena ibunya harus bekerja dan harus menitipkan kedua anaknya pada sanak keluarganya yang lain.

Awal mula Stephen King tertarik pada menulis ialah ketika Stephen King sakit dan itu membuatnya tidak bisa bangun dan beraktifitas seperti biasanya, pada saat itu ibunya yang memang gemar membaca memberinya buku-buku bacaan untuk mengisi waktu luang Stephen King selama ia sakit. Buku favoritnya pada saat itu ialah sebuah komik berjudul “ Tales from the Crypt”. Sejak saat itu Stephen King mulai gemar membaca dan menulis ulang isi dari buku bacaannya dengan bahasanya sendiri. Setelah mendengar saran dari ibunya yang berkata “saya yakin kamu bisa menulis buku ceritamu sendiri jauh lebih baik daribuku-buku yang kamu baca” sejak saat itu Stephen King termotivasi untuk menulis ceritanya sendiri.Tak lama kemudian ia berhasil menulis sebuah cerita pendek sebanyak 4 halaman yang bercerita tentang seekor kelinci yang memiliki kemampuan istimewa yang bisa mengemudikan mobil.

Pada usia tujuh tahun, Stephen King mulai tertarik pada cerita horror. Ini bermula ketika ia melihat buku bacaan ibunya yang dipinjam dari perpustakaan yang berjudul “The Strange Case of Dr. Jekyll and Mr. Hyde karya Robert Loius Stevenson”. Ketertarikan Stephen King pada cerita horror semakin menggila setelah ia menonton sebuah film yang merupakan film horror pertama yang ditontonnya yang berjudul “The Creature from the Black Langoon” (1954). Film tersebut memotivasi Stephen King untuk menulis cerita pertamanya yang benar-benar mengerikan “Photofest”.

Pada masa-masa sekolah, ia menjadi anak yang terasingkan dari teman-temannya yang lain karena ia memiliki tinggi badan yang lebih tinggi dibandingkan anak-anak seusianya, memakai kacamata, sehingga teman-temannya menganggapnya kutu buku dan kuper. Itu membuat Stephen King sering menghabiskan waktunya untuk menulis dan membaca buku di perpustakaan.

Beginilah masa kecil Stephen King, bener-bener menginspirasikan, guys? Dan satu hal yang pasti dibalik kesuksesan dia ada peran yang teramat penting dalam hidupnya yakni sosok seorang ibu. Dan ketika kalian menjadi salah satu korban bully di sekolah atau di lingkungan kalian. Jangan berciut hati. Justru kebanyakan orang yang di bully bakalan menuai sukses di kemudian hari. Eitssss pastinya dengan niat dan usaha ya :).

Wednesday, April 19, 2017

Biografi Publius Terentius Afer (Terence)






             Publius Terentius Afer lebih dikenal dalam bahasa Inggris sebagai Terence, adalah seorang penulis drama dari Republik Romawi yang lahir pada tahun 185 SM, tidak lama setelah berakhirnya Perang Punisia Kedua. Karena nama belakangnya adalah "Afer" ("Afrika"), banyak orang mengira dia berasal dari Afrika Utara. Dia memang berkulit hitam, dan kemungkinan dijual sebagai budak ketika Romawi menjajah Afrika Utara setelah Perang Punisia.

           Ketika masih muda, sekitar tahun 165 SM, Terentius menjadi budak seorang senator Romawi. Dalam suatu cerita, sang senator melihat betapa Terentius sangat cerdas, sehingga Terentius pun dibebaskan dan bahkan dibiayai untuk bersekolah. Terentius kemudian menjadi sahabat Scipio Aemilianus, seorang politis yang kuat di Roma, yang membantu Terentius membuat drama.

           Terentius menulis drama pertamanya, Andria, ketika baru berusia 19 tahun, dan drama itu dipentaskan di Roma pada tahun 170 SM. Dia juga menulis drama-drama lainnya, namun tidak diketahui berapa banyak drama yang dia tulis. Semua drama karya Terentius, seperti halnya drama karya penulis drama Romawi awal seperti Plautus, merupakan terjemahan dari drama-drama komedi Yunani. Terentius banyak menerhemahkan drama karya Menandros, namun dia juga menerjemahkan setidaknya satu drama, berjudul Phormio, karya penulis drama Yunani lainnya, Apollodoros. Namun, jika Plautus mengubah latar dramanya menjadi Romawi ketika menerjemahkan drama Yunani, Terentius tetap menggunakan latar asli Yunani. Banyak orang menaganggap bahasa Latin dalam drama karya Terentius lebih elegan dan indah daripada karya Plautus.

          Terentius mati muda, yakni pada usia tiga puluh tahun pada tahun 159 SM. Ketika itu dia sedang menuju Yunani dan kapalnya hilang di lautan. Orang-orang tetap membaca dan mementaskan karya-karya selama masa Kekaisaran Romawi. Guru Jerome, yaitu Aelius Donatus, menulis sebuah buku mengenai drama karya Terentius sekitar tahun 300 M.

         Pada Abad Pertengahan, karya-karya Terentius tetap dibaca oleh banyak orang. Meskipun hanya enam dramanya yang tersisa, salinannya banyak dibuat. Kepala biara Hroswitha di Gandersheim, Jerman, yang menulis drama pada Abad Pertengahan, mengatakan bahwa dia menulisnya karena par biarawati menghabiskan banyak waktu membaca drama karya Terentius.

         Ketika orang Eropa belajar cara membuat kertas dan mencetak buku dari orang Cina pada akhir Abad Pertengahan. Drama-drama Terentius adalah salah satu buku yang pertama kali dicetak, tepatnya di Jerman pada tahun 1470 M. Drama Terentius yang berjudul Andria dipentaskan di Firenze, Italia, tidak lama setelah itu.